| Lebih Halus Daripada Rambut, Lebih Tajam Daripada Pedang |

Mengerikan! Sungguh aku katakan, ia adalah saat yang sangat mengerikan. Berjayamu ke Syurga, tetapi jatuhmu akan ke Neraka Jahannam.

Terbentang di atas Neraka Jahannam, lalu terdapat pula besi besi pengait serta pokok pokok berduri yang akan menarik mangsanya jatuh ke dalam Neraka Jahannam. Itulah Shirath.

Agak berat sebenarnya tulisan ini kerana mengisahkan sesuatu perkara yang ghaib. Tetapi hadith hadith yang dikumpulkan oleh para ulama' untuk menceritakan serta menggambarkan keadaan ketika di Shirath sudah cukup membuatkanku terasa amat takut sekali. Semoga Allah melindungi kita semua daripada api nerakaNya.

Dalam hadith yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Hudzaifah, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud ;

"Kemudian direntangkanlan jambatan di atas neraka jahannam dan diperbolehkan memberi syafaat, maka para nabi pun berdoa 'Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah'."

Rasulullah SAW ditanya, "bagaimanakah jambatan itu?"

Jawab Rasulullah SAW ;

"jalan licin menggelincirkan. Padanya terdapat besi besi penyambar, besi besi pengait dan tumbuhan berduri seperti di Najed, yang disebut Sa'dam.

Orang mukmin melalui sekejap mata. Ada pula seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, ada yang seperti kuda yang tangkas dan kenderaan yang lainnya.

Maka dari itu ada yang selamat sentosa, ada yang terkait lalu lepas dan ada pula yang terpelanting ke dalam neraka jahannam."[Sahih Muslim]

Allah! Selamatkah kita ini nanti?

Kata Imam al-Qurtubhi dalam kitabnya At-Tazkirah ;

"Maka fikirkanlah sekarang, betapa gentar hatimu kelak jika kamu melihat Shirath begitu kecilnya, lalu tampak di matamu hitamnya neraka jahannam da bawah sana, dan terdengar ditelingamu gemuruh api. Sementara kamu dipaksa berjalan di atas Shirath dalam keadaanmu yang lemah. Hatimu bergetar, kakimu goyah dan punggungmu dibebani dosa dosa.

Bayangkan penderitaan yang akan kamu alami saat kamu menapakkan salah satu telapak kakimu, ternyata kamu rasakan betapa tajamnya Shirath itu, tapi bagaimana pun kamu harus menapakkan pula telapak kaki yang kedua.

Sementara orang orang lain di dihadapanmu jatuh dan tergelincir, lalu disambut oleh para malaikat yang menyiksa.

Saat itu kamu melihat ramainya manusia jatuh ke dalam neraka di mana kepala mereka terbalik ke bawah, kaki mereka di atas lalu jatuh ke neraka. Na'uzubillah!

Betapa mengerikan pemandangan seperti itu, betapa sulit pendakian yang harus ditempuh dan betapa sempit jalan yang harus dilalui"


Comments